@2025 Official Blog of Grab Joob
Satu Menit Baca

Ada di luar sana orang yang memang terbebani banyak ekspektasi sehingga akhirnya harus bekerja di luar porsi yang dia sanggup. Akhirnya? Orang tersebut tumbang, tumbang secara mental, tumbang secara fisik. Untuk menghindari hal tersebut sehingga kamu bisa menggapai hidup work life balance, ada 5 tanda dimana kamu harus mengurangi porsi kerja kamu di kantor.

Berikut beberapa tanda bekerja terlalu keras yang sering dialami banyak pekerja.

1. Sudah Lupa Kapan Terakhir Ambil Cuti

Coba ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali kamu benar-benar libur dari pekerjaan?

Kalau jawabannya sudah terlalu lama atau bahkan lupa, bisa jadi itu tanda kamu terlalu fokus bekerja sampai lupa beristirahat. Banyak orang merasa bersalah saat mengambil cuti karena takut pekerjaan tertunda. Padahal, cuti itu penting untuk menjaga kesehatan mental dan mengembalikan energi. Cuti juga adalah hak pekerja yang wajib digunakan

Ingat, tubuh dan pikiran juga butuh jeda.

2. Datang Paling Awal, Pulang Paling Akhir

Jika kamu adalah tipe orang yang datang ke kantor lebih cepat dari orang lain dan pulang paling telat dibandingkan yang lainnya, fix, itu tandanya kamu adalah orang yang bekerja terlalu keras.

Sesekali mungkin tidak masalah. Tapi kalau itu sudah menjadi kebiasaan terus-menerus, kamu perlu mulai waspada.

Kerja terlalu lama tanpa keseimbangan hidup bisa membuat tubuh cepat lelah dan produktivitas justru menurun.

Bekerja efektif jauh lebih penting daripada bekerja terlalu lama.

3. Emosi yang Tidak Terkontrol

Salah satu tanda overwork yang sering tidak disadari adalah emosi yang jadi lebih sensitif. Bahkan dengan hal kecil saja kamu bisa jadi mudah kesal, cepat marah dan sabar setipis tisu.

Biasanya ini terjadi karena pikiran dan tubuh sudah terlalu lelah.

Kalau kamu mulai merasa gampang emosi tanpa alasan yang jelas, itu adalah tanda bahwa kamu terlalu banyak bekerja. Saatnya refreshing!

4. Pekerjaan Terasa Monoton 

Dulu mungkin kamu semangat menyelesaikan tugas dan punya motivasi tinggi. Tapi sekarang semuanya terasa datar dan membosankan.

Tidak ada lagi rasa antusias saat bekerja.

Ini bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami kelelahan mental akibat rutinitas kerja yang terlalu padat tanpa variasi atau waktu untuk recharge.

Kadang, yang kamu butuhkan bukan resign, tapi sekadar istirahat sejenak untuk mengembalikan semangat kerja.

5. Hubungan dengan Orang Terdekat Mulai Menjauh

Pekerjaan yang terlalu menyita waktu sering membuat seseorang kehilangan keseimbangan hidup.

Akibatnya waktu bersama keluarga kadang berkurang, jarang ngobrol dengan sahabat yang mungkin hanya satu-satunya, dan juga sulit menikmati waktu bersama pasangan.

Kalau orang-orang terdekat mulai mengeluh karena kamu terlalu sibuk bekerja, itu bisa jadi tanda bahwa hidupmu mulai tidak seimbang. Karena terkadang orang lain lebih tahu kondisi kita saat ini seperti apa.

Akhir Kata

Tidak ada yang bilang bahwa kerja keras itu tidak baik, tetapi yang penting itu jangan sampai melupakan kesehatan dan kehidupan pribadi. Apalagi kalau kamu bekerja sampai kamu merasakan tanda-tanda di atas. Itu berarti kamu sudah bekerja terlalu keras dan butuh waktu untuk menyeimbangkannya kembali dengan salah satunya adalah istirahat.

Istirahat bukan berarti malas. Justru dengan istirahat yang cukup, kamu bisa kembali bekerja dengan lebih fokus, sehat, dan produktif.