Enggak hanya di masa-masa sekolah saja kita menemukan tipe-tipe khusus dari seseorang. Bahkan di dunia kerja yang biasanya menuntut profesionalisme saja, kita akan dapat menemukan orang dengan berbagai karakter dimana 5 karakter yang biasa sering ditemukan adalah yang akan dibahas pada artikel kali ini.
Setiap orang pasti punya karakter yang berbeda-beda. Ada yang suportif, ada juga yang justru bikin suasana kerja jadi lebih melelahkan. Yuk, kenali beberapa tipe rekan kerja yang paling sering ditemui di lingkungan kantor!
1. Si Tukang Gosip
Tipe rekan kerja yang satu ini biasanya selalu update soal kehidupan orang lain. Mulai dari drama kantor sampai urusan pribadi teman kerja, semuanya bisa jadi bahan obrolan.
Ciri-ciri si tukang gosip itu biasanya hobi membicarakan orang lain, kerjaan prioritasnya di bawah gosip dengan rekan kerja, dan biasanya kepo dengan info terbaru seputar kantor.
Meski terkadang terlihat seru diajak ngobrol, kamu tetap harus hati-hati. Jangan sampai ikut terbawa arus gosip yang malah bisa-bisa mempengaruhi kinerja kamu.
2. Si Pintar dan Andal
Nah, kalau tipe ini biasanya jadi “penyelamat” saat tim sedang kesulitan.
Ciri-ciri untuk tipe ini biasanya cepat paham dalam pekerjaan, sering dimintai pendapat soal pekerjaan oleh rekan kerja lain, dan selalu bisa diandalkan di dalam situasi penting.
Kadang, kemampuan mereka bahkan terlihat lebih menonjol dibanding atasan. Punya rekan kerja seperti ini sebenarnya menguntungkan karena kamu juga bisa banyak belajar dari mereka. Tapi biasanya ada aja yang iri dengan tipe karyawan seperti ini. Oleh karena itu, mari lindungi jika di tempat kerja ada rekan kerja seperti ini.
3. Anak Emas Bos
Tipe ini biasanya selalu terlihat dekat dengan atasan dan cenderung mengikuti semua perkataan bos tanpa banyak pertimbangan.
Ciri-ciri seorang anak emas bos adalah selalu setuju dengan atasan, cenderung selalu mencari posisi aman, dan biasanya gampang berkhianat yang penting dia baik di mata bos.
Nggak heran kalau tipe ini kadang bikin rekan kerja lain merasa kesal. Tapi daripada ikut emosi, lebih baik tetap profesional dan fokus pada pekerjaanmu sendiri.
4. Rekan Kerja Oportunis
Tipe oportunis biasanya hanya fokus pada keuntungan pribadi. Tipe ini adalah tipe yang sangat mudah dikenali karena biasanya mereka selalu menghindari tugas atau pekerjaan yang berat, mencari aman saat ada masalah, dan mau terlihat hebat tapi kerja ala kadarnya.
Oh iya satu lagi, saat ada kesalahan, mereka juga cenderung lepas tangan.
5. Si Tidak Bisa Diandalkan
Tipe rekan kerja ini sering membuat tim kewalahan karena sulit dipercaya untuk menyelesaikan tugas. Tipe rekan kerja ini punya ciri sering terlambat dalam menyelesaikan pekerjaan, banyak alasan saat ada masalah, dan yang paling membuat kesal adalah sering menghambat pekerjaan rekan kerja lainnya.
Kalau kamu punya rekan kerja seperti ini, mau nggak mau kamu harus lebih teliti saat bekerja sama agar pekerjaan tetap berjalan lancar. Atau kalau bisa jangan terlalu sering melibatkan rekan kerja seperti ini dalam pekerjaan. Karena bukannya mempercepat pekerjaan selesai, malah memperlambat pekerjaan.
Kenapa Mengenali Rekan Kerja itu Penting?
Banyak benefit yang bisa kita dapatkan ketika kita tahu karakter atau tipe seperti apa rekan kerja kita. Seperti:
- Kita bisa menyesuaikan komunikasi dengan rekan kerja tersebut.
- Kita bisa menghindari konflik yang mungkin muncul karena kita sudah tau karakter rekan kerja di kantor.
- Kita dapat menjaga hubungan profesional antar rekan kerja.
- Kita dapat menjaga agar suasana kantor tetap nyaman dan kondusif.
Selain mengenali orang lain, penting juga untuk memahami karakter diri sendiri. Jangan sampai tanpa sadar kita justru menjadi tipe rekan kerja yang menyulitkan orang lain.
Akhir Kata
Setiap kantor pasti punya berbagai tipe rekan kerja dengan karakter yang unik. Ada yang menyenangkan, ada juga yang cukup menantang untuk dihadapi.
Dalam situasi dimana kamu dihadapkan rekan kerja yang mungkin merugikan kamu, maka sikap yang harus kamu ambil adalah tetap bersikap profesional. Kerjakan apa yang menjadi kewajiban kamu di kantor, jauhi apa yang bisa menghambat pekerjaan kamu. Intinya, do what you are supposed to do.