@2025 Official Blog of Grab Joob
-

Banyak orang tua di Indonesia bekerja sambil mengurus anak, dan itu bukanlah sebuah perkara yang mudah. Meeting bisa datang bersamaan dengan jadwal mengantar anak, sementara deadline tetap harus selesai meskipun anak sedang sakit.

Karena itu, keberadaan perusahaan ramah keluarga semakin penting bagi para pekerja yang sudah menjadi orang tua. Dukungan yang dibutuhkan pun bukan sebatas cuti melahirkan untuk orang tua perempuan saja. Budaya kerja, fleksibilitas, fasilitas, sampai sikap atasan juga punya pengaruh besar.

Contohnya saja Asurion, sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, menjadi salah satu contoh perusahaan yang mencoba menyediakan lingkungan kerja seperti ini. Situs karier mereka saat ini masih menempatkan maternity dan parental leave, flexible schedule, serta hybrid working sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan.

Lalu, seperti apa sebenarnya perusahaan yang mendukung para working parents? Apakah seperti yang dicontohkan oleh perusahaan Asurion?

1. Memberikan Cuti Melahirkan dan Parental Leave

Salah satu bentuk dukungan paling mendasar adalah memberikan kesempatan bagi karyawan untuk fokus pada keluarga ketika menyambut kelahiran anak. Tidak hanya ibu, suaminya juga sebaiknya diberikan waktu untuk mendampingi keluarga, terutama di saat hari-hari mendekati kelahiran buah hatinya.

Asurion, misalnya, saat ini mencantumkan benefit berupa 12 minggu maternity leave bagi karyawan yang memenuhi syarat serta dua minggu parental leave. Kebijakan seperti ini menunjukkan bahwa mengurus anak bukan hanya dianggap sebagai tanggung jawab ibu.

Perusahaan yang menyediakan cuti dengan baik memungkinkan karyawan menjalani masa penting tersebut tanpa terus mengkhawatirkan pekerjaannya di kantor.

2. Membantu Karyawan Mengurus Administrasi Cuti

Proses menjelang kelahiran biasanya sudah cukup melelahkan. Jika masih harus menghadapi berbagai dokumen cuti, asuransi, dan administrasi perusahaan sendirian, situasinya bisa malah membuat stres. Tentunya ketika bayi lahir ke dunia ini kemudian melihat wajah orang tuanya yang stres tentu menjadi sebuah hal yang tidak lucu.

Karena itu, salah satu praktik menarik yang diceritakan dalam pengalaman karyawan Asurion adalah adanya petugas yang membantu menjelaskan proses cuti dan administrasi terkait keluarga.

Bantuan sederhana seperti informasi mengenai prosedur cuti, dokumen yang diperlukan, hingga proses memasukkan anak ke dalam asuransi dapat membuat pengalaman karyawan jauh lebih mudah. Dengan kata lain, benefit yang bagus tidak hanya tersedia di atas kertas. Perusahaan juga perlu memastikan karyawan tahu bagaimana menggunakan benefit yang diterimanya.

3. Menyediakan Fleksibilitas Kerja

Bagi orang tua, situasi tidak terduga bisa muncul kapan saja. Anak sakit, sekolah tiba-tiba libur, atau ada keperluan keluarga yang tidak bisa ditunda.Disinilah fleksibilitas menjadi salah satu ciri penting perusahaan ramah keluarga.

Fleksibilitas tidak selalu berarti bekerja dari rumah setiap hari. Bisa juga berupa jam masuk yang lebih fleksibel, sistem hybrid, atau memberikan keleluasaan kepada karyawan untuk mengatur jadwal selama target pekerjaan tetap tercapai.

Asurion sendiri saat ini mempromosikan flexible schedules dan hybrid work sebagai bagian dari lingkungan kerjanya. Pendekatan seperti ini dapat membantu karyawan tetap produktif tanpa harus memilih antara pekerjaan dan keluarga.

4. Memiliki Komunitas untuk Orang Tua Bekerja

Dukungan sesama karyawan juga tidak kalah penting. Komunitas semacam ini memberikan ruang bagi karyawan untuk berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai tantangan sebagai orang tua, hingga menyampaikan masukan mengenai kebijakan perusahaan.

Kelompok internal seperti ini bisa menjadi tempat yang aman untuk bertanya dan mencari dukungan dari orang-orang yang menghadapi situasi serupa.

5. Menyediakan Fasilitas yang Memudahkan Orang Tua

Perusahaan juga dapat memberikan dukungan melalui fasilitas sederhana tetapi bermanfaat. Misalnya, ruang menyusui yang nyaman, akses program kesehatan keluarga, dukungan kesehatan mental, atau program kesejahteraan karyawan.

Asurion saat ini menyediakan berbagai benefit kesehatan serta Employee Assistance Program (EAP) untuk mendukung kesejahteraan karyawannya. Fasilitas tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap working parents seharusnya tidak berhenti ketika masa cuti selesai.

Budaya Kerja Tetap Jadi Hal Terpenting

Pada akhirnya, memiliki banyak benefit belum tentu membuat sebuah perusahaan benar-benar ramah keluarga. Yang paling menentukan adalah bagaimana kebijakan tersebut dijalankan sehari-hari.

Percuma memiliki flexible working jika karyawan tetap dianggap tidak profesional ketika harus menjaga anak yang sakit. Begitu juga dengan parental leave jika karyawan takut mengambilnya karena khawatir kariernya terganggu.

Perusahaan ramah keluarga adalah perusahaan yang memahami bahwa karyawan memiliki kehidupan di luar pekerjaan. Semoga perusahaan-perusahaan di Indonesia juga mencontoh apa yang dilakukan perusahaan Asurion dan membuat karyawannya yang sudah berkeluarga bahagia.

Mencari uang dengan bekerja itu memang penting, tapi apa gunanya uang jika tidak bisa membeli semua kebahagiaan di dunia ini?