@2025 Official Blog of Grab Joob
Satu Menit Baca

Evaluasi kinerja akhir tahun; siapapun yang bekerja di sektor formal pasti melalui proses ini di akhir tahun, dan ini dianggap sebagai agenda formal yang harus dilewati sebelum tanggal satu Januari tahun berikutnya. 

Padahal, jika dilakukan dengan benar, performance review bisa menjadi momen penting untuk melihat pencapaian, membahas kendala, dan menyusun arah pengembangan karier untuk tahun berikutnya.

Lalu, bagaimana cara mempersiapkan evaluasi kinerja akhir tahun agar lebih bermanfaat bagi kita sebagai pekerja?

1. Awali dengan Pengecekan Tujuan yang Sudah Disepakati

Performance review akan sulit dilakukan secara objektif jika sejak awal tidak ada target yang jelas dari apa yang kita kerjakan.

Karena itu, gunakan kembali tujuan yang telah disepakati pada awal tahun sebagai dasar evaluasi. Pastikan target tersebut adalah target yang terukur dan tentunya spesifik. 

Gunakan metode SMART—Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound untuk memastikan tujuan kerja tidak terlalu abstrak. Dengan adanya baseline yang jelas, manager dan karyawan bisa membahas hasil berdasarkan data, bukan sekadar ingatan atau persepsi.

2. Jangan Menunggu Akhir Tahun untuk Memberikan Feedback

Salah satu kesalahan terbesar dalam evaluasi kinerja adalah menyimpan semua feedback sampai akhir tahun. Walaupun memang evaluasinya biasa dilakukan di akhir tahun, ada baiknya dilakukan ketika ada masalah yang terjadi. 

Bayangkan jika masalah sudah terjadi sejak pertengahan tahun, tetapi baru disampaikan pada Desember atau akhir tahun. Karyawan tentu akan sulit memperbaikinya karena kesempatan untuk melakukan perubahan sudah lewat.

Feedback sebaiknya diberikan secara rutin melalui one-on-one, evaluasi kuartalan, atau diskusi setelah proyek selesai. Glassdoor menyarankan monthly one-on-one untuk membahas pekerjaan dan hambatan, ditambah quarterly review untuk mengevaluasi progres target.

Dengan cara ini, evaluasi akhir tahun menjadi rangkuman dari pembicaraan yang sudah berlangsung, bukan momen untuk mengeluarkan daftar kesalahan lama.

3. Simpan Bukti Kinerja Sepanjang Tahun

Sebelum melakukan evaluasi kinerja akhir tahun, manager sebaiknya mengumpulkan data dari seluruh periode kerja.

Yang dinilai jangan hanya berdasarkan dua atau tiga bulan terakhir. Kebiasaan ini bisa menimbulkan recency bias, yaitu kecenderungan memberikan bobot lebih besar pada kejadian yang masih segar dalam ingatan.

Coba dilihat kembali hasil proyek, pencapaian target yang sudah dicapai, feedback dari rekan kerja, catatan meeting, hingga apresiasi yang pernah diterima karyawan.

Karyawan juga sebaiknya melakukan hal yang sama. Buat self-assessment yang mencatat kontribusi utama dan, jika memungkinkan, sertakan hasil yang bisa diukur.

4. Performance Review Bukan Evaluasi Satu Arah, Melainkan Dua Arah

Evaluasi kinerja bukan sidang antara manager dan karyawan. Manager memang perlu memberikan feedback, tetapi karyawan juga perlu mendapatkan kesempatan menyampaikan pendapat, tantangan yang mereka alami, dukungan yang dibutuhkan, dan tujuan karier selanjutnya.

Coba mulai percakapan dengan membahas pencapaian dan kekuatan. Kemudian dilanjutkan dengan mendiskusikan area yang masih perlu dikembangkan dengan contoh yang spesifik dan terarah.

SHRM juga menekankan pentingnya feedback yang konkret. Pendekatan seperti ini membuat feedback lebih mudah dipahami dan diterapkan.

5. Susun Target untuk Tahun Berikutnya Bersama

Mungkin ada yang berpikiran bahwa performance review itu adalah sekadar menilai apa yang sudah terjadi. Padahal seharusnya tidak berhenti pada penilaian masa lalu saja.

Gunakan momen tersebut untuk menentukan apa yang ingin dicapai pada tahun berikutnya. Manager dan karyawan bisa saling mendiskusikan target baru, skill apa saja yang perlu dikembangkan, training jenis apa yang dibutuhkan, sampai mungkin tanggung jawab yang lebih besar yang harus dipikul.

Ketika karyawan ikut menentukan target, mereka cenderung lebih memahami alasan di balik tujuan tersebut dan merasa memiliki peran dalam perkembangan kariernya.

Evaluasi Performa di Akhir Tahun Jangan Sampai Jadi Formalitas

Evaluasi kinerja akhir tahun yang baik bukan soal memberikan angka atau rating semata. Karena pada hakikatnya evaluasi ini memiliki tujuan menciptakan percakapan yang membantu karyawan memahami apa yang sudah berjalan baik, apa yang perlu ditingkatkan, dan ke mana mereka bisa berkembang.

Hal ini semakin penting ketika engagement karyawan masih menjadi tantangan. Gallup melaporkan hanya sekitar 20% pekerja global yang tergolong engaged pada 2025.

Di sinilah peran perusahaan yang perusahaan perlu melihat performance review sebagai bagian dari proses pengembangan karyawan, bukan hanya administrasi HR.

Jika tujuan kerja jelas, feedback diberikan secara rutin, pencapaian terdokumentasi, dan percakapan berlangsung dua arah, evaluasi kinerja akhir tahun bisa menjadi alat yang jauh lebih berguna bagi perusahaan maupun karyawan.