HRD Bukanlah Seorang Perekrut Karyawan Semata
Banyak orang mengira pekerjaan HRD hanya sebatas memasang lowongan kerja, menyeleksi CV, lalu melakukan wawancara. Padahal, peran Human Resources Development (HRD) jauh lebih besar dan lebih kompleks daripada itu. Seorang HRD menjadi salah satu pihak yang menentukan kualitas sumber daya manusia di sebuah perusahaan.
Setiap kandidat yang direkrut akan memberikan dampak bagi perkembangan perusahaan di masa depan. Karena itulah, seorang HRD biasanya dituntut memiliki kemampuan dan sikap yang tepat agar dapat menemukan talenta terbaik sekaligus menjaga citra perusahaan.
Lalu, sikap apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang HRD profesional? Berikut adalah ulasannya.
- Punya Skala Prioritas yang Jelas
Saat proses rekrutmen berlangsung, seorang HRD sering kali dihadapkan pada banyak kandidat dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan menentukan prioritas menjadi sangat penting.
Sebelum memutuskan kandidat mana yang paling sesuai, HRD perlu memahami kebutuhan perusahaan secara mendalam sebelum memutuskan kandidat mana yang paling sesuai. Jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena menemukan kandidat yang terlihat menjanjikan di awal proses seleksi.
Misalnya, jika proses wawancara masih berlangsung selama beberapa hari ke depan, sebaiknya tetap berikan kesempatan kepada kandidat lainnya untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dengan begitu, keputusan yang diambil akan lebih matang dan berdasarkan perbandingan yang benar-benar objektif.
Dengan kata lain, jangan jadikan kesan pertama jadi sebuah acuan untuk merekrut seseorang.
- Menjadi Representasi Perusahaan yang Baik
Setiap kali berinteraksi dengan kandidat, seorang HRD sebenarnya sedang mewakili perusahaan. Cara berbicara, bersikap, hingga memberikan informasi akan mempengaruhi bagaimana kandidat memandang perusahaan tersebut.
Tidak semua kandidat yang mengikuti proses rekrutmen akan diterima. Namun, pengalaman yang mereka rasakan selama proses seleksi akan membentuk kesan yang biasanya melekat dalam waktu lama. Jika HRD mampu menunjukkan sikap yang profesional, ramah, dan menghargai kandidat, citra perusahaan juga akan terlihat positif. Sebaliknya, jika HRD mencerminkan sikap yang negatif pada kandidat, maka kandidat juga akan memiliki pandangan negatif terhadap perusahaan. Dan kabar buruk nya, pandangan tersebut berkemungkinan tersebar ke orang lain yang membuat citra perusahaan ikut buruk di orang yang tidak ada relasinya sama sekali.
- Selalu Berpegang pada Visi dan Misi Perusahaan
Dalam proses wawancara atau komunikasi dengan calon karyawan, seorang HRD harus selalu mengingat tujuan utama perusahaan. Setiap pertanyaan, penilaian, dan keputusan yang dibuat sebaiknya mengacu pada visi serta misi perusahaan dan bukan pendapat pribadi saja.
Biasanya seorang HRD mencoba mencairkan suasana dengan obrolan santai atau komentar ringan agar kandidat merasa lebih nyaman. Namun, jangan sampai percakapan tersebut membuat proses wawancara keluar dari tujuan utama. Jangan sampai juga yang harusnya kamu sebagai HRD menguasai alur, malah terbawa alur kandidat.
Ketika visi dan misi perusahaan dijadikan pedoman utama, proses rekrutmen akan menjadi lebih terarah dan efektif.
- Bersikap Objektif dalam Menilai Kandidat
Salah satu tantangan terbesar dalam proses rekrutmen adalah menghindari penilaian yang terlalu subjektif. Sebagai manusia, setiap orang tentu memiliki preferensi dan pandangan pribadi. Namun, seorang HRD harus mampu memisahkan opini pribadi dari keputusan yang memang merepresentasikan perusahaan.
Saat melakukan wawancara, fokus utama bukanlah apakah kandidat tersebut cocok dengan selera pribadi HRD, melainkan apakah kandidat tersebut cocok dengan kebutuhan perusahaan.
Penilaian sebaiknya didasarkan pada kompetensi, pengalaman, keterampilan, serta potensi yang dimiliki kandidat. Dengan pendekatan yang objektif, peluang mendapatkan karyawan berkualitas akan semakin besar.
- Memahami dan Mengikuti Aturan yang Berlaku
Seorang HRD memang memiliki peran penting dalam menentukan siapa yang akan bergabung dengan perusahaan. Namun, hal tersebut bukan berarti HRD bisa bertindak semaunya saat melakukan proses seleksi.
Penting untuk memahami bahwa hubungan antara perusahaan dan kandidat merupakan hubungan yang saling membutuhkan. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, sementara kandidat membutuhkan kesempatan untuk bekerja dan berkembang.
Karena itu, proses seleksi harus dilakukan secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku. Hindari memberikan tes atau perlakuan yang berlebihan hanya karena merasa memiliki posisi yang lebih tinggi.
Ketika HRD menghargai kandidat dan menjalankan proses rekrutmen secara adil, perusahaan juga akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari para pencari kerja.
Akhir Kata
HRD adalah sebuah posisi yang punya jobdesk tidak hanya merekrut pegawai. Tanggung jawabnya lebih dari itu dan sangat penting bagi nama baik dan kelangsungan perusahaan.
Seorang HRD wajib memiliki skala prioritas yang jelas, bisa memposisikan diri sebagai representasi perusahaan secara benar, berpegang kepada visi dan misi perusahaan ketika mencari talenta pekerja, bersikap objektif ketika merekrut kandidat, dan mengikuti aturan yang berlaku di perusahaan.
Pada akhirnya, kualitas karyawan yang direkrut hari ini akan sangat memengaruhi kesuksesan perusahaan di masa depan. Karena itulah, sikap dan cara kerja seorang HRD menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan sebuah organisasi.