Salah satu tantangan hidup yang pastinya akan dihadapi setiap orang yang terjun di dunia kerja adalah meminta kenaikan gaji. Hal yang terlihat semi-taboo ini seakan tidak pernah dibahas di kalangan pekerja, dan sekalinya dibahas pun ada perasaan mengganjal. Apalagi ketika ingin mengajukan langsung ke atasan, yang ada keringat dingin menetes dan perasaan pun bercampur aduk antara takut, ragu, dan pasrah.
Padahal, kalau dilakukan di waktu dan cara yang tepat, meminta naik gaji adalah hal yang wajar dalam dunia kerja.
Namun sebelum kamu berbicara dengan atasan, ada beberapa hal penting yang perlu dipastikan dulu. Jangan sampai permintaanmu justru dianggap tidak masuk akal atau dilakukan di waktu yang kurang tepat.
Nah, berikut beberapa hal yang wajib kamu perhatikan sebelum minta kenaikan gaji.
1. Pastikan Kamu Punya Alasan yang Jelas
Hal pertama yang paling penting adalah alasan. Jangan sampai kamu minta naik gaji hanya karena melihat teman kantor naik gaji, merasa bosan, dan ingin penghasilan lebih besar tanpa adanya peningkatan di sisi performa.
Oleh karena itu, sebelum mengajukan kenaikan gaji, pastikan sebesar apa kontribusi yang kamu sudah berikan ke perusahaan? Apakah tanggung jawabmu bertambah tapi gaji belum pernah naik? Bagaimana dengan performamu? Apakah meningkat selama bekerja di perusahaan tersebut?
Kalau alasanmu kuat dan masuk akal, peluang diterima tentu lebih besar.
2. Perhatikan Masa Kerja
Pada umumnya, setiap perusahaan punya aturan berbeda soal kenaikan gaji. Ada yang meninjau gaji setiap tahun, ada yang meninjau gaji berdasarkan performa, dan ada juga yang meninjau gaji berdasarkan masa kerja tertentu.
Kalau kamu baru bekerja beberapa bulan atau masih masa probation, biasanya belum waktu yang tepat untuk mengajukan kenaikan gaji. Jadi jangan coba-coba mengajukan gaji di waktu tersebut dan pahami dulu sistem perusahaan tempat kamu bekerja.
3. Pastikan Performa Kerjamu Memang Bagus
Sebelum meminta kenaikan gaji, coba evaluasi performamu secara jujur. Tidak perlu tanya pihak lain, evaluasi saja dulu sendiri. Apakah selama ini target kerjamu tercapai? Apakah proyek berjalan dengan sukses? Apakah atasan memberikanmu apresiasi? Lalu apa kontribusi nyata kamu untuk perusahaan selama ini.
Kalau hasil kerjamu memang terlihat dan berdampak positif, itu bisa menjadi nilai tambah saat negosiasi gaji dan ketika kamu mengajukan kenaikan gaji, kemungkinan negosiasi berhasil pun cukup tinggi.
4. Pernah Dijanjikan Kenaikan Gaji
Kalau sebelumnya atasan pernah menjanjikan evaluasi kenaikan gaji, bonus tambahan, dan fasilitas penunjang, maka kamu punya alasan yang cukup kuat untuk mengingatkannya kembali. Namun tetap sampaikan dengan sopan dan profesional, jangan dengan nada menagih ala debt collector atau memaksa.
5. Pintar Membaca Situasi
Timing itu penting. Jangan tiba-tiba membahas kenaikan gaji di waktu yang tidak tepat. Waktu yang tidak tepat disini contohnya seperti ketika atasan sedang sibuk, perusahaan sedang menghadapi masalah, atau memang situasi kantor sedang sibuk melebihi hari-hari biasanya.
Pilih waktu yang tepat dan suasana yang kondusif supaya pembicaraan bisa berjalan lebih nyaman. Kadang sebenarnya atasan setuju, tapi cara penyampaiannya yang kurang tepat membuat hasilnya jadi berbeda.
6. Perhatikan Kondisi Keuangan Perusahaan
Meskipun kamu merasa layak naik gaji, kondisi perusahaan juga harus dipertimbangkan. Kalau perusahaan sedang mengalami penurunan pendapatan, melakukan efisiensi, dan mengurangi biaya operasional, kemungkinan besar pengajuan kenaikan gaji kamu akan ditolak dan ditunda. Oleh karena itu, kamu juga harus paham situasi perusahaan secara keseluruhan.
7. Tentukan Nominal Kenaikan yang Masuk Akal
Sebelum masuk ke ruangan atasan, pastikan kamu sudah tahu angka yang ingin diajukan. Saran sih jangan sampai mengajukan angka yang tidak realistis kecuali kamu memang siap untuk resign. Jangan juga mengajukan angka terlalu rendah sehingga merugikan diri sendiri.
Oleh karena itu, sebelum kamu mengajukan kenaikan gaji ke atasan, pastikan kamu tahu standar kenaikan gaji di perusahaan, kisaran gaji posisi serupa di perusahaan yang setara di luar, dan beban kerja serta tanggung jawabmu saat ini.
Akhir Kata
Walaupun mungkin terlihat “terlarang”, meminta kenaikan gaji itu bukanlah sesuatu yang salah. Selama kamu punya alasan yang jelas, performa yang baik, dan bisa menyampaikannya dengan profesional, permintaan kenaikan gaji adalah hal yang sangat wajar dilakukan.
Yang penting itu pastikan apa yang sudah dibahas di atas apakah sudah terpenuhi semua atau belum. Intinya jangan sampai langkah ketika kamu ingin mengajukan kenaikan gaji.