@2025 Official Blog of Grab Joob
Satu Menit Baca

Semakin kesini semakin banyak pekerja yang menggunakan artificial intelligence atau AI untuk membantu menyelesaikan pekerjaan. Mulai dari mencari ide, merangkum dokumen, menganalisis data, membuat laporan, hingga mengotomatisasi pekerjaan yang yang biasa dilakukan repetitif atau berulang.

Yang menjadi masalah adalah, punya skill AI di tempat kerja saja belum tentu cukup untuk membuat kariermu berkembang. Kalau atasan, recruiter, atau perusahaan tidak tahu bahwa kamu punya kemampuan tersebut, manfaatnya untuk perjalanan karier bisa jadi tidak terlalu terasa bagi kamu.

Oleh karena itu, selain belajar menggunakan AI, kamu juga perlu bisa menunjukkan dampak nyata dari kemampuan tersebut.

Pertama, Catat Achievement atau Pencapaian Kamu dengan AI

Jangan hanya bilang, “Saya bisa pakai AI.” 

Pernyataan seperti itu terlalu umum dan sulit menunjukkan seberapa besar kemampuanmu. Atau dengan kata lain, sangat sulit mengukur kemampuanmu menggunakan AI dari pernyataan tersebut.

Sebaiknya, tunjukkan hasil pencapaian kamu selama kamu menggunakan AI tersebut. contohnya, sebelumnya kamu membutuhkan empat jam untuk membuat laporan mingguan. Setelah membuat workflow dengan bantuan AI, pekerjaan tersebut bisa selesai hanya dalam satu hingga dua jam. Ketika kamu menyatakan pencapaian seperti itu, akan jauh lebih menarik dimana perekrut atau perusahaan.

Jadi dari sekarang, mulailah mencatat pekerjaan yang berhasil kamu tingkatkan menggunakan AI. Kamu bisa memperhatikan beberapa indikator seperti waktu yang berhasil dihemat, jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan, peningkatan kualitas pekerjaan, atau proses yang berhasil dibuat lebih sederhana.

Disini kamu tidak perlu atau tidak harus menggunakan sistem yang rumit. Dokumen sederhana di Google Docs, Notion, atau spreadsheet sudah cukup untuk mencatat beberapa pencapaian tersebut. Kecuali memang jika pencapaian kamu itu sangat banyak selama menggunakan AI. Baru disitu kamu bisa mempertimbangkan menggunakan tools yang lebih advance lagi.

Catatan ini nantinya akan sangat berguna saat performance review, meminta kenaikan gaji, memperbarui CV, atau mencari pekerjaan baru.

Ceritakan Dampak dari Penggunaan AI kepada Atasan

Jangan berharap atasan otomatis mengetahui bahwa kamu sudah menemukan cara baru untuk bekerja lebih efektif menggunakan AI. Saat melakukan diskusi rutin atau one-on-one dengan atasan, ceritakan bagaimana kamu memanfaatkan AI untuk meningkatkan pekerjaan. Jangan terlalu terpaku dengan tools apa yang digunakan, tapi ceritakan proses dan hasil dari penggunaan tools tersebut.

Misalnya, kamu mengatakan bahwa AI membantu mempercepat proses riset sehingga kamu bisa menggunakan lebih banyak waktu untuk menganalisis data dan menyusun strategi untuk pekerjaan selesai lebih cepat dan mudah.

Perusahaan pada akhirnya lebih tertarik pada dampak terhadap bisnis dibandingkan seberapa banyak aplikasi AI yang kamu kuasai.

Masukkan Skill AI ke CV 

Kemampuan menggunakan AI juga sudah semakin relevan untuk ditampilkan dalam CV. yang harus kamu hindari adalah hanya menulis “Artificial Intelligence” atau “ChatGPT” di bagian daftar keahlian.

Disini kamu harus menunjukkan bagaimana kamu memanfaatkan teknologi tersebut dan mengimplementasikannya terhadap pekerjaan kamu. Misalnya saja, “Saya memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi proses reporting, sehingga efisiensi waktu meningkat dan saya bisa 

Cara seperti ini membuat recruiter lebih mudah memahami bahwa kamu tidak hanya mengenal AI, tetapi juga bisa menggunakannya untuk menghasilkan dan mengubah sesuatu ke arah yang baik.

Hal tersebut semakin penting karena kemampuan terkait AI dan big data termasuk kelompok skill yang diperkirakan mengalami pertumbuhan permintaan paling cepat dalam beberapa tahun ke depan.

Siapkan Cerita tentang AI Saat Interview

Pertanyaan seperti, “Bagaimana kamu menggunakan AI dalam pekerjaan?” kemungkinan akan semakin sering muncul saat interview.

Karena itu, siapkan contoh yang memang benar-benar nyata kamu lakukan. Kamu bisa menjelaskan pekerjaan apa yang dibantu AI, bagaimana proses kerjanya, apa hasil yang diperoleh, dan bagian mana yang tetap membutuhkan penilaian manusia.

Misalnya, AI kamu gunakan untuk melakukan riset awal atau menyusun draft laporan. Sementara analisis, pengambilan keputusan, pengecekan kualitas, dan strategi tetap dilakukan sendiri.

Pendekatan ini penting karena kemampuan AI bukan berarti menyerahkan seluruh pekerjaan kepada mesin. Microsoft bahkan menemukan bahwa pekerja Indonesia yang semakin mahir menggunakan AI tetap menempatkan critical thinking dan quality control sebagai kemampuan penting saat bekerja dengan teknologi tersebut.

Jangan Hanya Bilang “Saya Bisa Pakai AI”, Tunjukkan Nilainya

Menguasai skill AI di tempat kerja bisa menjadi nilai tambah besar untuk karier. Namun, kemampuan tersebut akan lebih berarti ketika kamu bisa menunjukkan dampak nyata yang dihasilkan.

Mulai dari sekarang, catat pencapaian kamu ketika menggunakan AI. komunikasikan hasilnya kepada atasan, masukkan contoh penggunaan AI ke CV, serta siapkan cerita yang konkret untuk sewaktu-waktu kamu wawancara kerja.

Karena jujur saja, di era kerja yang semakin dipengaruhi AI, yang dicari perusahaan bukan hanya orang yang tahu cara menggunakan tools AI. Mereka membutuhkan orang yang tahu kapan menggunakan AI, bagaimana mengevaluasi hasilnya, dan bagaimana mengubah teknologi tersebut menjadi hasil kerja yang lebih baik.