@2025 Official Blog of Grab Joob
Satu Menit Baca

Belakangan ini istilah kerja palugada semakin sering terdengar, terutama di kalangan anak muda dan pekerja startup. Banyak karyawan merasa jobdesk mereka melebar ke mana-mana dan akhirnya menyebut diri mereka sebagai “karyawan palugada”.

Sebenarnya, apa itu kerja palugada?

Palugada adalah singkatan dari “apa lu mau gua ada”. Dalam dunia kerja, istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seorang karyawan harus mengerjakan banyak hal sekaligus, bahkan tugas yang terkadang di luar jobdesk utama mereka.

Fenomena ini cukup umum terjadi, terutama di startup, UMKM, atau perusahaan yang masih berkembang. Karena jumlah SDM terbatas, satu orang bisa memegang beberapa tanggung jawab sekaligus. Misalnya admin yang juga mengurus media sosial, customer service, bahkan ikut membantu penjualan.

Bagi sebagian orang, kerja palugada itu melelahkan dan membingungkan. Namun di sisi lain, ada juga yang menganggap pengalaman ini justru positif karena membantu mengembangkan karir dan skill.

Jadi, apakah  palugada itu baik atau buruk?

Kerja Palugada Tidak Selalu Buruk

Banyak orang langsung menganggap kerja palugada sebagai sesuatu yang negatif. Padahal, tidak selalu begitu.

Dalam beberapa situasi, sistem kerja seperti ini justru bisa menjadi kesempatan untuk belajar lebih banyak hal. Apalagi kalau kamu masih berada di awal karir dan ingin memperluas pengalaman kerja.

Ketika mengerjakan banyak tugas berbeda, kemampuan multitasking dan problem solving juga biasanya ikut berkembang. Kamu juga jadi lebih cepat beradaptasi dengan berbagai situasi kerja.

Tidak sedikit orang yang akhirnya punya banyak skill tambahan karena terbiasa bekerja secara fleksibel di perusahaan kecil atau startup.

Bisa Membuat Skill Cepat Berkembang

Salah satu keuntungan terbesar dari kerja palugada adalah kesempatan belajar yang lebih luas.

Kalau biasanya seseorang hanya fokus pada satu bidang, karyawan palugada sering kali belajar banyak hal sekaligus. Mulai dari komunikasi, administrasi, marketing, operasional, hingga teknologi.

Pengalaman seperti ini bisa menjadi nilai tambah saat mencari pekerjaan baru karena kamu dianggap memiliki kemampuan yang lebih beragam.

Bahkan beberapa recruiter menyukai kandidat yang punya pengalaman multitasking karena dianggap lebih adaptif dan siap menghadapi tekanan kerja.

Sayangnya, Risiko Burnout Juga Besar

Di balik manfaatnya, kerja palugada juga punya sisi negatif yang bisa dibilang fatal buat seorang pekerja..

Karena terlalu banyak tanggung jawab, banyak karyawan akhirnya merasa stres, kewalahan, bahkan burnout. Apalagi kalau semua pekerjaan harus selesai dalam waktu bersamaan.

Belum lagi kalau jobdesk tidak jelas dan sering berubah-ubah. Kondisi ini bisa membuat pekerja bingung menentukan prioritas kerja.

Kalau terus berlangsung tanpa manajemen kerja yang baik, produktivitas justru bisa menurun dan kesehatan mental ikut terganggu.

Palugada Sistem Kerja yang Tidak untuk Semua Orang

Ada orang yang suka tantangan dan pekerjaan yang dinamis. Namun ada juga yang lebih nyaman dengan jobdesk yang jelas dan terstruktur.

Kalau kamu tipe orang yang menyukai kepastian kerja, sistem kerja palugada mungkin terasa melelahkan. Sebaliknya, kalau kamu suka mencoba hal baru dan mudah beradaptasi, kondisi ini bisa jadi peluang berkembang.

Biasanya Budaya Perusahaan Sangat Berpengaruh

Kerja palugada sering muncul karena budaya kerja perusahaan yang fleksibel atau belum memiliki struktur yang jelas.

Di startup misalnya, karyawan biasanya dituntut lebih aktif membantu berbagai kebutuhan perusahaan. Hal ini terjadi karena perusahaan masih berkembang dan membutuhkan banyak penyesuaian.

Namun ada juga perusahaan yang terlalu sering memberikan pekerjaan di luar jobdesk tanpa batas yang jelas. Kalau seperti ini, karyawan bisa merasa dimanfaatkan dan kehilangan work life balance.

Tanyakan Jobdesk Sejak Awal Interview

Salah satu cara menghindari kebingungan saat bekerja adalah dengan memahami jobdesk sejak proses interview.

Jangan ragu bertanya seputar perusahaan. Tanyakan tanggung jawab utama pekerjaan, divisi yang akan menjadi tempat kamu bekerja, sistem kerja perusahaan, target kerja, dan seberapa besar kemungkinan multitasking.

  • Tanggung jawab utama pekerjaan
  • Divisi yang akan ditangani
  • Sistem kerja perusahaan
  • Ekspektasi target kerja
  • Kemungkinan multitasking

Pertanyaan seperti ini penting supaya kamu punya gambaran realistis tentang pekerjaan yang akan dijalani nantinya.

Kerja Palugada Bisa Jadi Batu Loncatan karir

Walaupun sering dianggap melelahkan, pengalaman kerja palugada sebenarnya bisa menjadi modal besar untuk perkembangan karir. Karena terbiasa mengerjakan banyak hal, seseorang biasanya jadi lebih cepat belajar, lebih mandiri, dan punya kemampuan adaptasi yang tinggi.

Tidak sedikit mantan karyawan startup yang akhirnya sukses di perusahaan besar karena sudah terbiasa menghadapi berbagai tantangan kerja sejak awal karir mereka.

Jangan Sampai Kehilangan Work Life Balance

Kalau pekerjaan mulai terasa terlalu berat dan mengganggu kesehatan fisik maupun mental, itu tanda bahwa kamu perlu evaluasi.

Belajar banyak hal memang bagus, tapi jangan sampai semua pekerjaan dibebankan pada satu orang terus-menerus.

Komunikasikan dengan atasan jika workload sudah berlebihan. Lingkungan kerja yang baik seharusnya tetap memperhatikan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi karyawan.

Kesimpulan

Kerja palugada adalah kondisi ketika seseorang harus mengerjakan banyak tugas sekaligus, bahkan di luar jobdesk utama. Sistem kerja ini punya sisi positif dan negatif tergantung situasi, budaya perusahaan, dan kemampuan masing-masing individu.

Di satu sisi, kerja palugada bisa membantu meningkatkan skill, pengalaman, dan kemampuan adaptasi. Namun di sisi lain, kondisi ini juga berisiko menimbulkan stres dan burnout jika tidak dikelola dengan baik.

Intinya, jika kamu adalah orang yang bisa fleksibel dalam bekerja, sistem kerja palugada cocok untukmu. Tapi hati-hati jangan sampai overworking. Sedangkan jika kamu adalah orang yang lebih cenderung fokus ke satu jobdesk saja, berarti kamu tidak cocok dengan sistem kerja ini dan kalau sampai terjerumus sistem kerja ini, kamu adalah orang pertama yang akan mengalami dampak negatifnya.