@2025 Official Blog of Grab Joob
Satu Menit Baca

Dari jutaan surat lamaran yang dibaca HRD, pastinya rata-rata adalah surat lamaran kerja yang mencari aman dimana suratnya itu disusun by the book tidak out of the box. Salah satunya adalah ketika membuat surat lamaran, tidak ada emosi yang tertuang di dalamnya sehingga perekrut tidak tahu kamu itu orangnya seperti apa.

Karena itu, penting untuk mengetahui cara menunjukkan kepribadian positif di surat lamaran kerja tanpa terkesan berlebihan. Sehingga kamu nantinya akan punya peluang lebih direkrut oleh perusahaan.

Surat lamaran yang baik di zaman dulu mungkin cukup dengan formal dan rapi. Namun sekarang, surat lamaran kamu haruslah bisa menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang profesional, antusias, dan cocok dengan budaya perusahaan.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak tips lengkap berikut ini!

Kenapa Kepribadian Penting dalam Surat Lamaran?

Banyak pelamar terlalu fokus menjelaskan kemampuan teknis, tetapi lupa menunjukkan sisi personal mereka. Padahal, HRD juga mempertimbangkan attitude, cara komunikasi, hingga kecocokan karakter dengan lingkungan kerja perusahaan.

Kepribadian yang positif dalam surat lamaran bisa membuat perekrut merasa kamu serius melamar pekerjaan tersebut, kamu memiliki motivasi yang tinggi, mudah diajak kerja sama, dan punya semangat berkembang.

Inilah yang membuat surat lamaran terasa lebih “hidup” dibanding template umum yang jelas menjadi senjata andalan kebanyakan para pencari kerja.

Begini Cara Menunjukkan Kepribadian Positif di Surat Lamaran

  • Buat Surat Lamaran yang Spesifik

Sebuah kesalahan fatal ketika kamu mengirim surat lamaran yang sama ke setiap perusahaan. Padahal, HRD yang punya pengalaman segudang bisa langsung tahu kalau surat tersebut hanyalah template atau copy paste belaka.

Solusinya, coba membuat surat lamaran kerja yang lebih personal dan relevan dengan posisi yang kamu lamar.

Misalnya saja, sebutkan nama perusahaan yang kamu lamar dalam surat lamaran, sertakan alasan kenapa tertarik melamar di perusahaan tersebut, sesuaikan juga pengalaman dengan kebutuhan posisi di perusahaan tersebut, dan pastinya gunakan keyword dari job description untuk lolos ATS.

Cara ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik dengan perusahaan tersebut, bukan asal melamar kerja.

  • Hindari Kalimat Klise

Kalimat seperti “Saya pekerja keras”, “Saya mampu bekerja di dalam tim”, dan “Saya orang yang disiplin dan bertanggung jawab” adalah kalimat yang terlalu umum digunakan oleh banyak pelamar. Bagusnya kamu tunjukkan lewat contoh nyata ketika kamu bekerja di perusahaan sebelumnya atau ketika kamu berorganisasi.

Contohnya: “Saya menjadi ketua panitia kurban di kampung saya, saya dan tim saya berhasil melaksanakan pemotongan hewan kurban hingga pendistribusian ke masyarakat yang berhak di kampung saya tanpa ada masalah yang berarti.”

Kalimat seperti ini terdengar lebih natural sekaligus menunjukkan kemampuanmu secara langsung.

  • Gunakan Pembukaan yang Menarik

Banyak pembukaan surat lamaran yang template sampai-sampai HRD biasanya berhenti membaca surat lamaran di pembukaan itu saja tanpa membaca isinya dan membuang lamaran tersebut ke tempat sampah.

Cobalah buat pembukaan yang lebih engaging namun tetap profesional. Misalnya dengan menjelaskan antusiasme terhadap perusahaan atau bidang pekerjaan yang dilamar.

Contohnya: “Sejak mengikuti perkembangan industri software development, saya tertarik melihat bagaimana perusahaan ini membangun sebuah aplikasi yang sampai dikenal dan digunakan masyarakat luas..”

Kalimat pembuka yang menarik bisa membuat HRD lebih tertarik membaca isi surat sampai selesai.

  • Tunjukkan Bahwa Kamu Cocok dengan Budaya Perusahaan

Percayalah bahwa setiap perusahaan memiliki budaya kerja yang berbeda. Ada yang formal, ada juga yang lebih santai dan fleksibel.

Sebelum menulis surat lamaran, coba lakukan riset kecil tentang perusahaan yang ingin kamu lamar. Cek mulai dari website resminya, cek sosmed perusahaannya, dan cari tahu visi dan budaya kerja perusahaan tersebut. Setelah itu, kaitkan dengan karakter atau pengalamanmu.

Misalnya jika perusahaannya religius: “Bagi saya ibadah shalat lima waktu adalah yang utama.”

Hal seperti ini bisa membuat perekrut merasa kamu lebih cocok dengan lingkungan kerja mereka.

  • Tampilkan Antusiasme, Namun Jangan Berlebihan

Menunjukkan semangat kerja itu penting, tetapi jangan sampai terdengar terlalu memaksa atau berlebihan.

Hindari kalimat seperti:

  • “Saya pasti diterima di perusahaan ini.”
  • “Saya adalah kandidat terbaik.”
  • “Tidak ada orang lain yang lebih cocok dari saya.”

Gunakan bahasa yang percaya diri namun tetap rendah hati.

Contohnya: “Saya percaya pengalaman dan kemampuan yang saya miliki dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.”

Kalimat seperti ini terdengar lebih profesional dan elegan.

  • Gunakan Bahasa yang Natural

Surat lamaran kerja memang harus formal, tetapi bukan berarti harus kaku.

Gunakan bahasa yang jelas, sopan, dan mudah dipahami. Jangan terlalu memaksakan penggunaan kata-kata yang terlalu rumit hanya agar terlihat pintar.

HRD sendiri biasanya lebih menyukai surat lamaran yang cenderung ringkas, jelas, nyaman dibaca, tidak bertele-tele, dan menggunakan bahasa formal yang arti dan maknanya mudah dipahami.

Inilah yang membuat kepribadian positif kamu muncul secara natural di dalam surat lamaran.

  • Cantumkan Motivasi yang Jelas

Perekrut suka kandidat yang punya tujuan dan motivasi kerja yang baik. Coba jelaskan kenapa kamu tertarik dengan posisi tersebut dan apa yang ingin kamu kembangkan.

Misalnya, apa motivasi kamu melamar kerja di perusahaan tersebut. Ada yang mungkin ingin meningkatkan kemampuan, atau ingin memperbaiki kondisi finansial sekarang. Setiap orang pasti punya motivasi berbeda-beda dan itu wajib dicantumkan dengan jelas di surat lamaran.

Hal tersebut akan membuat perekrut merasa yakin ingin merekrut kamu.

Akhir Kata

Menunjukkan kepribadian positif di surat lamaran kerja sangat penting agar kamu bisa tampil lebih menonjol dibanding kandidat lain. Tujuan utama perusahaan memang  mencari orang yang punya skill untuk membantu membangun perusahaan, tetapi perusahaan juga tentunya membutuhkan kandidat dengan attitude dan karakter yang baik agar lingkungan kerja perusahaan berkembang ke arah yang positif.

Untuk permulaan, mulailah dengan membuat surat lamaran yang spesifik, gunakanlah bahasa natural, hindari juga kalimat klise, dan tunjukkan antusiasme kamu untuk bekerja di perusahaan tersebut secara profesional. Dengan surat lamaran yang mampu menunjukkan kepribadian positif yang kamu miliki, peluang kamu dipanggil perekrut akan jauh lebih besar dibandingkan mereka yang menggunakan template umum yang bisa kamu temukan berserakan di internet.