Dalam upaya menarik perhatian recruiter, tidak sedikit pencari kerja yang melebih-lebihkan isi CV, bahkan sampai pada tahap kebohongan yang baik secara profesional maupun secara etika tidak bisa ditolerir. Selain itu juga, dengan mencantumkan kebohongan di CV yang kamu pakai untuk melamar kerja, ini suatu saat akan menjadi bumerang yang berbalik menyerangmu.
Fakta di lapangan menyatakan bahwa fenomena ini cukup sering terjadi. Berdasarkan survei dari sebuah media pencari talenta di luar negeri, sekitar 53,3% CV dan lamaran kerja mengandung informasi yang tidak sepenuhnya jujur. Lebih parahnya lagi, sekitar 51% recruiter mengaku akan langsung mendiskualifikasi kandidat jika menemukan kebohongan di CV.
Artinya, jujur dalam mencari kerja tetap wajib jadi yang utama.
Kebohongan yang Sering Dicantumkan di CV
Buat kamu yang penasaran kebohongan-kebohongan apa saja yang biasa dicantumkan di dalam sebuah CV, kamu dapat menyimaknya pada penjelasannya di bawah ini. Tapi ingat, ini hanya sebagai contoh untuk pembelajaran; bukan untuk ditiru dan dicari celahnya untuk kamu tutupi kebohongan yang ada di CV yang kamu buat.
- Skill atau Kemampuan
Banyak kandidat mengaku memiliki skill tertentu padahal belum benar-benar menguasainya. Ini jadi risiko besar, terutama jika diuji saat interview atau pekerjaan berlangsung. Yang lebih parahnya, ada yang memang tidak menguasai skill tertentu tapi masih mencantumkannya agar terlihat lebih berpengalaman atau profesional. Mereka yang seperti itu tidak memikirkan dampak jangka panjangnya karena pasti akan ketahuan juga.
- Tanggung Jawab Pekerjaan
Sama halnya dengan kemampuan, deskripsi pekerjaan juga sering dilebih-lebihkan agar terlihat lebih berpengalaman atau memiliki kontribusi besar ke perusahaan. Padahal nyatanya, tanggung jawab pekerjaannya tidak sebesar yang digembar-gemborkan.
Ini bisa ketahuan seiring dengan berjalannya waktu. Jadi percuma kalau kamu tuangkan kebohongan mengenai tanggung jawab pekerjaan di CV.
- Lama Waktu Bekerja
Beberapa kandidat mengubah durasi kerja untuk menutupi gap karier atau agar terlihat lebih stabil. Ini juga lama-kelamaan akan terungkap kebohongannya dan akan berpengaruh besar terhadap perkembangan karirmu.
- Jabatan dan Gelar Akademik
Mengaku memiliki jabatan lebih tinggi atau gelar yang tidak sesuai kenyataan juga termasuk praktik yang sering terjadi. Ini sebuah kebohongan yang sangat mudah ketahuannya, apalagi jika perusahaan rajin crosscheck latar belakang pendidikan atau history pelamar langsung ke sumbernya.
- Nama Perusahaan
Ada juga kandidat yang memalsukan atau mengubah nama perusahaan agar terlihat lebih “prestisius”. Ini agak jarang terjadi karena cukup tidak masuk akal. Tapi praktik ini memang ada dalam manipulasi CV.
- Penghargaan
Penghargaan yang tidak pernah diraih juga sering ditambahkan untuk memperkuat profil. Ini biasanya penghargaan yang diraih oleh perusahaan, namun diklaim menjadi pencapaian individu. Sangat mudah untuk mengetahui kebohongannya. Jadi jangan pernah mengaku-ngaku pencapaian perusahaan atau tim sebagai pencapaian individu.
Cara yang Dilakukan untuk Mengetahui Kebohongan di CV
Kalau kamu berada di posisi recruiter atau HR, berikut beberapa cara efektif untuk mendeteksi kebohongan dalam CV:
- Memeriksanya dengan Logika
Biasanya diperhatikan apakah latar belakang pendidikan, pengalaman, dan skill saling relevan. Jika terlihat “terlalu sempurna” atau tidak masuk akal, kamu perlu lebih waspada.
- Perhatikan Kejanggalan Periode Kerja
Tanggal kerja yang tumpang tindih atau tidak konsisten bisa menjadi tanda manipulasi data.
- Lakukan Screening via Telepon
Wawancara awal lewat telepon bisa membantu kamu melihat kepercayaan diri kandidat. Jawaban yang ragu-ragu atau tidak konsisten bisa jadi indikasi kebohongan.
- Cek Kesesuaian Deskripsi Pekerjaan
Pastikan deskripsi tugas sesuai dengan jabatan yang ditulis. Deskripsi yang terlalu umum atau ambigu patut dicurigai.
- Bandingkan dengan Profil LinkedIn
LinkedIn sering menjadi “CV online”. Kamu bisa mencocokkan data di CV dengan profil LinkedIn kandidat, termasuk endorsement dan rekomendasi.
- Lakukan Background Check
Hubungi perusahaan sebelumnya atau referensi yang dicantumkan untuk memastikan kebenaran informasi kandidat.
Alasan Jangan Sampai Memanipulasi CV
Se-urgent apapun, jangan sampai kamu memanipulasi CV yang kamu pakai untuk melamar ke perusahaan-perusahaan karena walau manis di awal, untuk jangka panjangnya akan sangat merugikan.
Lebih baik kamu fokus memperbaiki CV dengan cara yang benar, seperti menonjolkan pengalaman yang relevan, menjelaskan skill dengan jujur dan detail, menambah pencapaian nyata yang benar-benar memang kamu raih.
Akhir Kata
Jangan sampai karena kamu butuh uang dan pekerjaan, kamu sampai terjun ke jalan yang menyesatkan dan merugikan kamu kelak. Contohnya dalam mengisi CV, jangan nodai berkas “suci” yang berisi rekam karir kamu dengan kebohongan-kebohongan karena itu sama saja dengan kamu melakukan denial ke pencapaian hidup kamu selama ini.
Daripada mengambil risiko yang kerugiannya tidak sebanding, lebih baik kamu membangun CV yang kuat dengan pengalaman dan kemampuan yang benar-benar kamu miliki.